Menjaga Kehidupan Penyu: Pengalaman Langsung di Pusat Konservasi Nusabarung
Mengunjungi Pusat Konservasi Penyu Nusabarung tahun 2025, melihat langsung upaya pelestarian penyu dan hutan mangrove alami yang menjadi contoh ekowisata berkelanjutan di Pulau Nusabarung.

Hal Penting
- Pusat Konservasi Penyu Nusabarung berdiri sejak 2018 sebagai upaya melindungi spesies penyu yang terancam punah.
- Pengunjung dapat melihat proses penetasan telur penyu dan pelepasan tukik ke laut secara langsung.
- Hutan mangrove sekitar pusat konservasi menjadi habitat penting bagi ekosistem pesisir.
- Tiket masuk relatif terjangkau, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 tergantung paket tur yang dipilih.
- Pusat konservasi buka setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB, dengan aktivitas utama di pagi dan sore hari.
Pengalaman Langsung di Pusat Konservasi
Memasuki Pusat Konservasi Penyu Nusabarung, pengunjung langsung disambut oleh suara ombak yang tenang dan udara segar dari hutan mangrove yang mengelilingi area. Pusat konservasi ini tidak hanya menjadi tempat perlindungan penyu, tetapi juga edukasi bagi masyarakat dan wisatawan. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah proses pelepasan tukik (anak penyu) ke laut. Pada tahun 2025, pusat ini berhasil melepaskan lebih dari 1.000 tukik, meningkatkan populasi penyu di kawasan ini.
Peran Hutan Mangrove dalam Konservasi
Hutan mangrove di sekitar Pusat Konservasi Nusabarung tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem pesisir. Mangrove menjadi tempat berlindung bagi berbagai spesies ikan dan hewan laut lainnya, termasuk penyu. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penahan abrasi pantai dan filter alami terhadap polusi air. Pada tahun 2026, pusat konservasi bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memperluas area penanaman mangrove, sebagai upaya tambahan dalam melestarikan lingkungan pesisir.
Ekowisata yang Berkelanjutan
Pusat Konservasi Penyu Nusabarung menjadi contoh sukses ekowisata berkelanjutan di Indonesia. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan. Pendapatan dari tiket masuk dan donasi digunakan untuk mendanai kegiatan konservasi, seperti pemeliharaan sarang penyu dan penanaman mangrove. Pada tahun 2027, pusat ini berencana meluncurkan program edukasi lingkungan bagi pelajar lokal, sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi.
Sering Ditanyakan
Apa yang bisa dilakukan pengunjung di Pusat Konservasi Penyu Nusabarung?
Pengunjung dapat melihat proses penetasan telur penyu, melepaskan tukik ke laut, dan menjelajahi hutan mangrove.
Berapa harga tiket masuk Pusat Konservasi Penyu Nusabarung?
Harga tiket masuk relatif terjangkau, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 tergantung paket tur yang dipilih.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi pusat konservasi?
Waktu terbaik adalah pagi atau sore hari, saat aktivitas pelepasan tukik biasanya dilakukan.
Apakah ada program khusus untuk anak-anak?
Ya, pusat konservasi menyediakan program edukasi lingkungan khusus untuk anak-anak, termasuk tur interaktif.